Dengan perawatan yang baik, hidrogel bisa bertahan sampai 2 tahun

Walapun Hidrogel adalah media tanam hidroponik, tetapi hidrogel tetaplah barang yang bisa rusak. Media tanam hidroponik lain, seperti serabut kelapa, arang dan sejenisnya juga tetap bisa rusak karena waktu dan cuaca.

Khusus untuk Hidrogel, menurut pengalaman kami bisa bertahan sampai +- 2 tahun dalam arti fisik hidrogelnya. Tetapi selama rentang waktu tersebut. hidrogel tetap membutuhkan perawatan, misalnya jika menyusut perlu ditambah air dengan cara disemprotkan dengan sprayer, jika kotor perlu dilakukan pembersihan dengan cara mengambil keseluruhan hidrogel, kemudian dicuci dan disaring kotorannya.

Yang agak sulit adalah dalam hal warna, warna tertentu, misalnya merah dan jingga jika terlalu banyak dan terlalu sering terkena sinar matahari secara langsung, warnanya cepat pudar. Ada solusi tentang warna ini, yaitu dengan  pemberian warna dari luar (pewarna makanan), tetapi solusi ini tidak disarankan karena warna ini akan luntur. Seperti yang kita ketahui warna hidrogel sudah menyatu dengan medianya, sehingga tidak akan luntur, tetapi jika diberikan pewarna dari luar, kemungkinan luntur cukup besar.

Oleh karena itu, diharapkan hidrogel tidak diletakkan di tempat yang terpapar langsung sinar matahari. Jika memang warna sudah terlanjur pudar, mau tidak mau hidrogel harus diganti dengan yang baru.

Kaktus dan Ephorbia bisakah ditanam pada hidrogel?

Sering ada pertanyaan yang masuk ke inbox email dan hp saya yang menanyakan tentang bunga kaktus dan euphorbia, apakah kedua bunga ini bisa ditanam pada hidrogel?

kaktus
Euphorbia Entah mengapa kedua bunga ini paling banyak ditanyakan orang sehubungan dengan hdrogel. Mungkin karena penggemar kedua bunga ini relatif cukup banyak dibandingkan bunga – bunga yang lain.
Kedua bunga ini mempunyai karakteristik yang relatif sama. Keduanya merupakan bunga gurun pasir yang panas dan kering, bahkan euphorbia sering disebut sebagai “mawar gurun”. Sehingga kebutuhan akan air sangat sedikit, bahkan cenderung “alergi” terhadap genangan air.
Sementara karakteristik hidrogel adalah cenderung basah, walaupun dengan penirisan yang baik, kondisinya bisa nyaris kering, tetapi tetap saja “mengandung” banyak air.
Dengan dua kondisi yang kontras tersebut, jelas sekali kaktus dan euphorbia tidak bisa ditanam pada media hidrogel secara langsung. Yang bisa dilakukan adalah menjadikan hidrogel sebagai campuran media tanam bersama tanah, pupuk atau kompos yang akan ditanam bunga kaktus atau euphorbia. Sebagai campuran media tanam, fungsi hidrogel hanyalah sebagai media penyimpan air agar ketersediaan air bagi tanaman terjamin walaupun tidak disiram dalam jangka waktu yang lama.
Satu lagi jenis tanaman yang jelas tidak bisa ditanam pada media hidrogel karena karakteristiknya sama dengan kaktus dan euphorbia adalah adenium atau kamboja jepang.

adenium