Efek El Nino, musim hujan jadi maju mundur

bibit_mangga

Seperti pemberitaan yang disampaikan CNN Indonesia sekitar bulan September yang lalu, El nino menyebabkan musim hujan datang tidak menentu, bahkan cenderung mundur. Hal ini berakibat pada jadwal penanaman berbagai jenis tanaman hortikultura juga mengalami perubahan. Padahal, tanaman ini memang direncanakan untuk ditanam di bulan-bulan awal musim hujan.

Melesetnya jadwal ini tentu tidak mudah mengatasinya, mengingat tanaman yang dismai memang sudah waktunya di pindah tanam, jika terlambat bisa menghasilkan tanaman yang kurang sempurna.

Nah, ada solusi hidrogel untuk mengatasi permasalahan ini, penanaman masih bisa lanjut meskipun hujan tidak menentu, ada hidrogel yang bisa menyimpan air dalam jangka waktu tertentu sampai hujan turun.

Persiapan Kemarau, kebutuhan hidrogel kristal meningkat

Bulan Mei-Juni ini dirasakan cukup panas di Indonesia, sesuai perkiraan BMKG, Juni adalah awal kemarau sampai beberapa bulan ke depan.

hidrogel (1)
bagi pengusaha ageibisnis, hal ini harus diantisipasi agar tidak mengganggu rencana musim tanam. Untuk itu, hidrogel kristal bening bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi lahan yang kering ini. Hidrogel yang kadang disebut molekul SAP (Super Absorbent Polymer) ini dapat menyerap dan menyimpan air sampai lebih kurang seratus kali lipat berat fisiknya.
kapasitas penyimpanan air yang sangat besar ini dapat menjadi “tandon air” bagi tanaman agar tidak sampai tanaman kekurangan air. Aplikasinya pun cukup mudah, cukup lubangi beberapa bagian di sekitar tanaman dengan kedalaman 20-40cm, masukkan hidrogel yang sudah direndam terlebih dahulu kurang lebih setengah genggaman tangan, lalu tutup kembali lubang tersebut. Jika diperlukan, bekas lubang bisa disiram air secukupnya.
Dengan aplikasi tersebut, hidrogel bisa memberi suplai air kepada tanaman disekitarnya kurang lebih 2 minggu sampai 2 bulan tergantung cuaca sekitar.
cukup mudah bukan?

kristal_bening_25kg