Hidrogel adalah Super Absorbent Polymer (SAP)

banyak pertanyaan masuk ke inbox kami yang menanyakan apakah hidrogel yang kami jual adalah Super Absorbent Polymer (SAP), dibutuhkan untuk reboisasi.kristal_bening_25kg

jawaban kami adalah YA, salah satu hidrogel yang kami jual adalah hidrogel SAP yang biasa digunakan treatment tanah yang selanjutnya akan ditanami tanaman keras. Misalnya ketika dilakukan reboisasi, untuk penanaman tanaman di daerah aliran sungai (DAS), perbaikan tanah berpasir, perbaikan tanah bekas galian dan lain – lain.

Kami menyebut hidrogel ini adalah hidrogel kristal bening, karena bentuknya kristal dan warnanya bening. Di tempat lain, hidrogel ini kadang disebut aquasorb (karena menyerap air) atau aquakeeper (karena menahan air).

Kami menyediakan 2 ukuran, size M dengan ukuran antara 3-8 mm dan size L dengan ukuran 6-13 mm. Masing – masing memiliki karakteristik yang sama, hanya beda ukuran saja.

Kemasan yang ada adalah kemasan plastik 1kg dan kemasan karung 25kg. Jika anda membeli dalam jumlah banyak, kami berikan harga spesial jauh lebih murah dari harga pasar.

Berikut ini adalah contoh tanaman yang diberikan aplikasi hidrogel kristal bening dan yang hanya diberikan air biasa, menggunakan pupuk dan kondisi lingkungan yang sama.

pohonhidrogelkristal

Kemarau di depan mata, saatnya menyiapkan hidrogel

Bulan Juni adalah awal musim kemarau, apakah anda sudah mempersiapkan diri menjelang musim kemarau? Tanaman yang masih kecil, sangat rawan mati ketika musim kemarau karena perakaran yang belum cukup kuat dan belum cukup dalam.

kemarau

Salah satu cara yang dilakukan adalah melakukan penyiraman yang rutin, minimal satu kali sehari. tetapi bagaimana jika lahan yang harus disiram beberapa hektar? tanaman yang harus disiram mencapai ribuan? Ini tentu jadi masalah tersendiri.

Hidrogel hadir sebagai solusi. Berikan aplikasi hidrogel, kurang lebih 10gram per tanaman, maka kewajiban menyiram setiap hari berganti cukup menyiram 2-4 minggu sekali. Cukup hemat bukan? Hemat tenaga, hemat biaya dan hemat waktu. Tanaman akan aman sampai tanaman tersebut mampu mendapatkan sumber air sendiri.

Silahkan dicoba

 

Hidrogel untuk rehabilitasi lahan bekas pertambangan

Hidrogel untuk rehabilitasi lahan bekas pertambangan
Setelah pertambangan selesai, biasanya meninggalkan banyak jejak kerusakan lingkungan. Misalnya struktur tanah yang rusak, kandungan unsur hara yang sudah tidak tersisa, sumber daya air yang tidak tersedia, dan sebagainya.
Salah satu cara yang digunakan untuk merehabilitasi lahan sisa pertambangan adalah dengan menanami kembali lahan tersebut dengan tanaman – tanaman tertentu. Persoalannya adalah struktur tanah yang rusak dan ketersediaan air yang minim, apalagi sisa pertambangan tersebut sangat luas. Tentu menjadi persoalan tersendiri, ditambah lagi ketersediaan Sumber Daya Manusia yag terbatas mengingat perusahaan tambang tidak memiliki tenaga ahli di bidang pertanian.
Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memberikan treatment berupa hidrogel pada tanaman yang akan ditanam pada lahan bekas pertambangan.
Treatment hidrogel ini digunakan untuk menyelesaikan satu persoalan, yaitu keterbatasan suplai air. Karena sifat hidrogel yang dapat menyimpan air dalam jumlah cukup besar dan dalam waktu yang cukup lama, sampai tanaman tumbuh tinggi sehingga dapat menemukan sumber air di dalam tanah sendiri.
Dengan pemberian hidrogel, dipastikan tanaman muda yang baru di pindah dari media semai ke lokasi tanam, tidak akan kekurangan suplai air sehingga dapat memacu pertumbuhan  tanaman itu sendiri. Dengan semakin cepatnya pertumbuhan tanaman, maka proses rehabilitasi lahan akan berjalan lebih cepat dari biasanya.
rehabilitasi lahan ini bukan terbatas pada rehabilitasi lahan bekas pertambangan saja, tetapi juga bisa digunakan untuk rehabilitasi lahan bekas perkebunan, reboisasi hutan bekas industri (HTI), rehabilitasi lahan tandus (tadah hujan), rehabilitas lahan bekas bencana alam dan rehabilitasi lahan karena sebab – sebab lain.
hidrogel pertambangan, rehabilitasi lahan, reboisasi lahan, hidrogel perkebunan, aquakeeper, aquasorb, hydrogel forest, hutan industri, jakarta, papua, kalimantan, sulawesi, nusa tenggara, maluku

Setelah pertambangan selesai, biasanya meninggalkan banyak jejak kerusakan lingkungan. Misalnya struktur tanah yang rusak, kandungan unsur hara yang sudah tidak tersisa, sumber daya air yang tidak tersedia, dan sebagainya.

Salah satu cara yang digunakan untuk merehabilitasi lahan sisa pertambangan adalah dengan menanami kembali lahan tersebut dengan tanaman – tanaman tertentu. Persoalannya adalah struktur tanah yang rusak dan ketersediaan air yang minim, apalagi sisa pertambangan tersebut sangat luas. Tentu menjadi persoalan tersendiri, ditambah lagi ketersediaan Sumber Daya Manusia yag terbatas mengingat perusahaan tambang tidak memiliki tenaga ahli di bidang pertanian.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memberikan treatment berupa hidrogel pada tanaman yang akan ditanam pada lahan bekas pertambangan.

Treatment hidrogel ini digunakan untuk menyelesaikan satu persoalan, yaitu keterbatasan suplai air. Karena sifat hidrogel yang dapat menyimpan air dalam jumlah cukup besar dan dalam waktu yang cukup lama, sampai tanaman tumbuh tinggi sehingga dapat menemukan sumber air di dalam tanah sendiri.

Dengan pemberian hidrogel, dipastikan tanaman muda yang baru di pindah dari media semai ke lokasi tanam, tidak akan kekurangan suplai air sehingga dapat memacu pertumbuhan  tanaman itu sendiri. Dengan semakin cepatnya pertumbuhan tanaman, maka proses rehabilitasi lahan akan berjalan lebih cepat dari biasanya.

rehabilitasi lahan ini bukan terbatas pada rehabilitasi lahan bekas pertambangan saja, tetapi juga bisa digunakan untuk rehabilitasi lahan bekas perkebunan, reboisasi hutan bekas industri (HTI), rehabilitasi lahan tandus (tadah hujan), rehabilitas lahan bekas bencana alam dan rehabilitasi lahan karena sebab – sebab lain.